Nashidine II

بسم الله والسلام على رسول الله

Di samping kita mengenang jasa ibu pada hari ini, aku rasa ada baik gak kalau kita bersama mengingati ayahanda kita...kenangkan jasa baiknya selama ini yang membesarkan kita, mencari nafkah dan menyara hidup sekeluarga...jangan bila kita dewasa, kita tinggalkan ibu bapa di rumah orang2 tua...sedih hati mereka berjauhan dengan kita...

Aku bawakan satu lagi lagu dari Ahmed Bukhatir (Hasan yang memperkenalkan aku dengan munshid ni...tq san), tajuknya Mubhirun, mengenai rintihan seorang ayah yang ditinggalkan anaknya...sama2 kita mengambil pelajaran darinya...

Ahmed Bukhatir - Mubhirun

mubhirun fii dzikrayaatii yasma'un najmu syakaati
Kenangan bertamu di fikiranku, hingga bintang mendengarkan keluhanku

hal turaani saufa alqa ba'dhohum qabla mamaati
Adakah dapat aku bertemu mereka sebelum kematianku?

aqbiluu la tatrukuunii ya baniyya waya banaatii
Kemarilah! Jangan tinggalkanku...wahai anak-anakku!

mundzu an faaraqtumuuni lam ta'ud tahlu hayaati
Sejak kalian meninggalkanku, hilang sudah kemanisan hidupku...

mubhirun fii dzikrayaatii yasma'un najmu syakaati
Kenangan bertamu di fikiranku, hingga bintang mendengarkan keluhanku

saahirun fi 'l-laili wahaadi aktumu syakwa wa ubdii
Setiap malam aku terbangun sendirian, memendam keluhan...terkadang mengungkapkan

kullama athraqtu saalat dam'ati min fauqi khaddi
Setiap kali aku tunduk, menitis air mata di pipiku

baina judraanin huduudi walma'asi duuna haddii
Diriku terbatas antara dinding-dinding, namun penderitaanku telah menembusinya

kullu abna'i nasauni wa nasau hubbi wa wuddii
Semua anakku melupakanku, melupakan kasih dan sayangku

raghma 'azmi lastu aqwa aina laila aina salwa
Di sebalik kekuatanku, aku tidak mampu bertahan...di mana Laila, di mana Salwa?

yauma kaanat fii sibaaha tasytari lu'ban wa halwa
Saat kamu masih kecil, kubelikan mainan dan halwa (manisan)

hal nasaiti 'atfa baabaa tal'abiina waanti nasywa
Apakah kamu lupa kasih sayang Baba (ayah) ketika kamu senang bermain, juga kamu, wahai Nasywa?

aina ahmadu aina saami aqbiluu falummru yuthwa
Di mana Ahmad, di mana Sami...Kemarilah! Hidup ini sementara!

yaa layaali sa'di uudi khallisiini min quyuudi
Wahai malam2 kebahagiaan, kembalilah! Bantu aku melepaskan penderitaanku

innani ma 'udtu adri ayyu ma'nan min wujuudi
Sesungguhnya aku tidak lagi sedar apa erti kewujudanku

anqidiini kafkifiiha admu'an fauqal khuduudi
Tolonglah aku, usaplah air mata dari pipiku!

hal turaani saufa abqa kai araahum min jadiidi
Adakah aku dapat terus hidup sehingga aku dapat melihat mereka lagi?

yasyhadu dam'u bianni ghariqun fii bahri huzni
Air mata ini menjadi saksi bahawa aku telah tenggelam dalam lautan duka

farhamu qalban kasiiran warhamu dha'fi wa sinni
Kasihanilah hati ayahmu yang rapuh! Kasihanilah kelemahanku dan umurku!

in nasaitum lastu ansa maadhian maa ghooba 'anni
Andai kamu lupa, maka aku takkan lupa...masa lalu tidak pernah hilang dari ingatanku

aqtha'u dzahra wahiidan bil amaani wattamanni
Telah kutempuh hidupku keseorangan dengan harapan dan impian

haddani thuulu suhaadi wal asaa yakwi fu'aadi
Sungguh mata ini tak dapat terpejam, dan hati penuh luka dan duka

kullama tsarat syujuuni shihtu yaa rabbal 'ibaadi
Setiap kali kesedihan menerpa, aku bermunajat; wahai Rabbal 'Ibaad!

yaa ilaahi jud bi 'afwin waj'alil qura'aana zaadi
Wahai tuhanku, anugerahkanlah keampunanMu, dan jadikan Al-Quran sebagai bekalku

kun li-awladi mu'iinan wahdihim darba 'l-rasyaadi
Jadilah Engkau penolong anak2ku...dan tunjukkan mereka jalan2 kesejahteraan

Allahumma 'ghfir zunoobi wa liwalidayya warhamhuma kama rabbayaani saghiira...

Dengar di sini [Ahmed Bukhatir - Mubhirun]
Ctrl + klik untuk dengar di tab lain


0 komen:

FIKIRLAH APA AKHIRNYA, SEBELUM ENGKAU MEMULAINYA...